Spanyol Sebelum Dan Setelah Ditaklukkan Islam
Oleh: Hafidz Abdurrahman
![]() |
| whatmexthink.blogspot.com |
![]() |
| article.wn.com |
![]() |
| kisahmuslim.com |
Sebelum ditaklukkan oleh Khilafah Islam, Spanyol mempunyai stuktur
masyakarat yang komplek, dengan stratifikasi yang beragam. Ada kelas
cendikia, yaitu para emir Qauth. Jumlah mereka tidak banyak, tetapi
mereka merupakan kelompok aristokrat yang berkuasa. Ada kelas agamawan,
yang menguasai tanah, istana dan hidupnya sangat mewah, karena posisi
mereka di sisi raja. Ada kelas menengah, mereka jumlahnya tidak banyak,
dan dieksploitasi dengan pajak dan cukai negara. Ada kelompok rakyat
jelata, yaitu kaum proletar dan budak. Selain mereka ada Yahudi, yang
bekerja di instansi pemerintahan di bidang finansial.
Inilah
kondisi secara umum stratifikasi sosial di Spanyol sebelum dibebaskan
oleh Khilafah Islam. Setelah pembebasan yang dilakukan oleh khilafah,
kondisi masyarakatnya secara umum berubah. Bahkan, para pemuka Qauth,
dengan suka rela mengumpulkan harta mereka untuk membantu kaum Muslim.
Kaum Muslim pun mempertahankan orang-orang Qauth yang membantu mereka.
Tanah dan properti yang ditinggalkan pemiliknya pasca pembebasan,
dikembalikan kaum Muslim dan dibagikan kepada rakyat.
Kaum Muslim
pun memperlakukan penduduk setempat dengan baik. Para buruh, petani dan
kaum proletar lainnya, mereka dibiarkan mengerjakan tanah-tanah
pertanian menurut pertimbangan dan perhitungan mereka, dengan tetap
membayar Kharaj kepada negara. Karena itu, akhirnya banyak dari kalangan
mereka yang memeluk Islam.
Orang Yahudi yang membantu kaum
Muslim dalam pembebasan Spanyol, diberikan toleransi untuk melakukan
bisnis. Mereka juga mendapatkan jaminan keamanan atas harta, diri, anak
dan agama mereka. Mereka banyak bergerak di bidang sains, sastra,
kedokteran. Mereka merupakan kelompok masyarakat yang banyak digunakan
jasanya, pasca pembebasan Spanyol, karena kemampuannya yang menonjol,
dibanding dengan yang lain, selain umat Islam.
Karena itu,
pembebasan Spanyol yang dilakukan oleh kaum Muslim mempunyai dampak yang
sangat besar terhadap kehidupan rakyatnya. Boleh dikatakan, bahwa
pembebasan ini telah melahirkan revolusi sosial, yang berhasil
menghancurkan berbagai keburukan di era Qauth yang telah berkuasa di
negeri tersebut dalam beberapa kurun.
Setelah itu, Spanyol
mengalami perkembangan yang luar biasa di bidang sains dan tsaqafah.
Revolusi sosial itu tidak hanya terbatas pada perubahan stratifikasi
sosialnya, tetapi juga perubahan mendasar dalam kehidupan masyarakat dan
kulturnya. Masyarakatnya berubah menjadi masyarakat Islam, setelah
wilayah ini tunduk di bawah Khilafah Islam. Bahasa Arab pun menjadi
bahasa keseharian dalam pemerintahan, pendidikan dan pergaulan mereka.
Aktivitas peleburan, yang meleburkan budaya dan kultur non-Islam ke
dalam Islam, sehingga menjadi budaya dan kultur Islam pun berhasil
sangat gemilang. Spanyol juga menjadi pusat pendidikan Islam yang luar
biasa, sebagaimana yang ada di Cordoba. Dari lahir ulama-ulama hebat,
yang bukan hanya hafal Alquran, hadits, tetapi juga pakar di berbagai
bidang. Hafidh Ibn ‘Abd al-Barr (w. 463 H), al-Hafidh Ibn Hazm (w. 456
H), Imam al-Qurthubi (w. 671 H), al-Hafidh as-Syathibi (w. 790 H).
Mereka adalah ulama Andalusia, Cordoba dan Granada. Wilayah-wilayah
Spanyol ini dikenal luas saat itu sebagai pusat kajian sains dan
tsaqafah, serta menjadi mercusuar sains dan tsaqafah, bukan hanya di
dunia Islam, tetapi juga Barat. Anak-anak raja Barat, seperti Prancis,
Inggris, misalnya, sempat mengenyam pendidikan di sekolah-sekolah
terkemuka di sini.
SubhanAllah, Islam is Rahmatal Lil alamin.


